BRMP Luncurkan Delapan Varietas Unggul Baru Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
BOGOR – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) meluncurkan varietas unggul baru padi fortivikasi, jagung hibrida, gandum dan sorgum yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan strategis pangan nasional sekaligus sebagai wujud hasil kinerja BRMP dalam memperkuat ketahanan pangan di masa depan.
Kepala BRMP Fadjry Djufry menyampaikan bahwa momentum peluncuran ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Inovasi ini adalah persembahan nyata BRMP bagi pertanian Indonesia. Dengan kehadiran varietas unggul baru ini kami ingin menunjukkan bahwa modernisasi pertanian terus bergerak untuk mewujudkan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Fadjry menambahkan bahwa varietas unggul baru yang dilepas ini membuktikan bahwa meskipun terdapat berbagai dinamika, namun BRMP mampu terus berkinerja dan menghasilkan inovasi nyata yang bermanfaat bagi pembangunan pertanian nasional.
Menurutnya, varietas unggul tidak hanya bicara soal produktivitas, namun juga harus memenuhi standar mutu yang ketat, agar hasilnya konsisten dan diterima masyarakat.
“Dengan pengalaman yang dimiliki sejak menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dilanjutkan dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, BRMP memastikan bahwa varietas yang dihasilkan telah melalui berbagai pengujian hingga mendapatkan varietas unggul yang adaptif dan produktif,” lanjutnya.
Terdapat delapan varietas dari empat komoditas yang diluncurkan, yaitu tiga varietas padi aromatik bernutrisi Zinc tinggi Inpari Nutrizinc AR1, Inpari Nutrizinc AR2 dan Inpari Nutrizinc AR3. Keunggulan Inpari Nutrizinc AR Series antara lain: tekstur nasi pulen dan aromatik; ukuran gabah lebih besar; kandungan zinc tinggi untuk mendukung gizi masyarakat; lebih tahan terhadap sejumlah hama dan penyakit utama; dan potensi hasil tinggi dengan umur tanaman lebih singkat.
Selanjutnya adalah dua varietas unggul jagung hibrida, yaitu JHANA 234 dan JHANA 333 dengan potensi hasil di atas 11 ton/Ha, toleran naungan, dan memiliki ketahanan terhdap penyakit bulai dan hawar daun.